HOTEL ENGINEERING ACADEMY
SKHEI & PROFESSIONAL COMPETENCY FRAMEWORK
Competence. Evidence. Professional Judgement.
Handbook #02 menjelaskan framework kompetensi profesional yang digunakan dalam HEA Professional Credential System dan Professional Review, termasuk 10 Professional Competency Domains, 100 SKHEI Competency Units, competency levels, evidence mapping, Professional Judgement, Local Wisdom & Hospitality Review, dan hubungan dengan operational PHP.
HEA HOME HEA SYSTEM FRAMEWORKKEDUDUKAN & TUJUAN HANDBOOK
HANDBOOK #02 — SKHEI & PROFESSIONAL COMPETENCY FRAMEWORK
Handbook #02 merupakan bagian dari HEA Master Handbook Suite dan menjelaskan Standar Kompetensi Hospitality Engineering Indonesia (SKHEI) yang digunakan dalam HEA Professional Credential System.
SKHEI menjadi dasar untuk memahami kompetensi profesional yang harus dapat ditunjukkan melalui pengalaman profesional, Professional Evidence, Professional Discussion, Professional Observation bila digunakan, Cross Validation, Professional Analysis, dan Professional Judgement.
Handbook ini bersifat supporting dan explanatory documentation. Ia tidak menggantikan SKHEI/controlled competency standards, Governance Documents, Professional Credential Scheme, controlled policies, controlled procedures, atau authority yang ditetapkan dalam governance.
PRINSIP COMPETENCY-BASED PROFESSIONAL CREDENTIAL
Competence
Competence merupakan integrasi knowledge, technical capability, professional experience, problem solving, professional judgement, responsibility, decision making, leadership, communication, ethics, innovation, dan continuous development.
Evidence
Evidence harus menunjukkan apa yang dilakukan professional, bagaimana keputusan dibuat, tanggung jawabnya, bagaimana masalah ditangani, serta hasil atau dampaknya.
Contribution
Penilaian tidak didasarkan hanya pada jabatan, masa kerja, jumlah sertifikat, jumlah training, atau jumlah dokumen.
Professional Practice
Pengalaman dinilai berdasarkan relevansi, kompleksitas tanggung jawab, kesinambungan praktik profesional, dan evidence yang dapat diverifikasi.
MASTER COMPETENCY FRAMEWORK
10 Professional Competency Domains × 10 Units per Domain = 100 SKHEI Competency Units.
D1 — ENGINEERING FUNDAMENTALS & PROFESSIONAL PRACTICE
Catatan pembacaan unit: Deskripsi setiap unit di bawah menampilkan definition dari operational Professional Review competency dataset agar fokus kompetensi dapat dipahami dengan jelas. Tampilan ini bersifat explanatory dan tidak menciptakan requirement baru; controlled SKHEI, Governance Documents, dan Professional Credential Scheme tetap menjadi sumber dengan authority lebih tinggi.
Fondasi engineering dan penerapannya dalam praktik profesional Hospitality Engineering.
D1.1 — Engineering Principles
Kemampuan memahami dan menerapkan prinsip, konsep, dan fundamental Engineering yang relevan dalam professional practice.
D1.2 — Technical Analysis
Kemampuan melakukan analisis teknis secara sistematis menggunakan data, informasi, metode, standar, dan parameter Engineering yang relevan.
D1.3 — Technical Engineering Problem Solving
Kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan teknis Engineering menggunakan pendekatan yang sistematis.
D1.4 — Engineering Judgement
Kemampuan menggunakan pengetahuan, pengalaman, evidence, standar, risiko, dan konteks profesional untuk membentuk Engineering judgement.
D1.5 — Applied Engineering Science
Kemampuan menerapkan ilmu dan prinsip Engineering untuk memahami, mengevaluasi, dan menangani kondisi nyata dalam professional practice.
D1.6 — Technical Decision Making
Kemampuan mengambil keputusan teknis berdasarkan analisis, evidence, risiko, standar, operational requirements, dan pertimbangan Engineering yang relevan.
D1.7 — Engineering Calculations
Kemampuan menggunakan perhitungan Engineering secara tepat untuk mendukung analisis, verifikasi, desain, evaluasi, atau pengambilan keputusan teknis.
D1.8 — Technical Documentation
Kemampuan menyusun, menggunakan, mengendalikan, dan menginterpretasikan dokumentasi teknis secara akurat dan profesional.
D1.9 — Professional Engineering Practice
Kemampuan menjalankan Engineering practice sesuai standar profesional, tanggung jawab, kewenangan, etika, keselamatan, dan batas kompetensi yang relevan.
D1.10 — Professional Engineering Competency Maintenance
Kemampuan menjaga kompetensi Engineering agar tetap relevan, mutakhir, dan sesuai dengan perkembangan teknologi, standar, tanggung jawab, serta kebutuhan professional practice.
D2 — ENGINEERING SYSTEMS & TECHNOLOGY
Engineering systems dan teknologi yang digunakan dalam fasilitas hospitality.
D2.1 — Mechanical Systems
Kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menerapkan prinsip Engineering dalam pengelolaan mechanical systems yang relevan dengan professional practice.
D2.2 — Electrical Systems
Kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menerapkan prinsip Engineering dalam pengelolaan electrical systems, termasuk distribusi, protection, reliability, dan penggunaan tenaga listrik.
D2.3 — Plumbing Systems
Kemampuan memahami dan mengevaluasi plumbing systems serta penerapan prinsip Engineering untuk memastikan fungsi, reliability, hygiene, efficiency, dan kesesuaiannya terhadap operational requirements.
D2.4 — HVAC Systems
Kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengelola Heating, Ventilation and Air Conditioning systems berdasarkan performance, indoor environmental requirements, energy efficiency, reliability, dan operational needs.
D2.5 — Building Automation Systems
Kemampuan memahami dan menggunakan Building Automation Systems untuk monitoring, control, coordination, dan optimization terhadap Engineering systems.
D2.6 — Vertical Transportation Systems
Kemampuan memahami dan mengevaluasi vertical transportation systems dari aspek operation, performance, reliability, safety, capacity, dan applicable technical requirements.
D2.7 — Fire Protection Systems
Kemampuan memahami dan mengevaluasi fire protection systems serta keterkaitan antara detection, alarm, suppression, containment, life safety, dan operational readiness.
D2.8 — Utility Systems
Kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengelola utility systems yang mendukung keberlangsungan operasi fasilitas.
D2.9 — Integrated Building Systems
Kemampuan memahami dan mengevaluasi interaksi serta dependensi antar-Engineering systems sebagai satu kesatuan integrated building operation.
D2.10 — Emerging Engineering Technology
Kemampuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mempertimbangkan penerapan emerging Engineering technologies yang relevan terhadap kebutuhan, performance, reliability, efficiency, safety, atau perkembangan fasilitas.
D3 — OPERATION, MAINTENANCE & ASSET MANAGEMENT
Engineering operations, maintenance, reliability, asset lifecycle, dan asset performance.
D3.1 — Operations Management
Kemampuan merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi operation Engineering systems dan assets agar memenuhi operational requirements secara aman, andal, dan efisien.
D3.2 — Preventive Maintenance
Kemampuan merencanakan dan mengelola preventive maintenance untuk mengurangi kemungkinan failure dan mempertahankan kondisi serta performance aset.
D3.3 — Predictive Maintenance
Kemampuan menggunakan kondisi dan performance aset untuk memprediksi kebutuhan maintenance sebelum terjadi functional failure.
D3.4 — Corrective Maintenance
Kemampuan mengelola corrective maintenance untuk memulihkan fungsi aset setelah defect, degradation, atau failure teridentifikasi.
D3.5 — Reliability Engineering
Kemampuan menerapkan prinsip reliability untuk meningkatkan kemampuan Engineering assets menjalankan fungsi yang dipersyaratkan secara konsisten.
D3.6 — Asset Life Cycle Management
Kemampuan mengelola Engineering assets berdasarkan pertimbangan seluruh asset lifecycle, mulai dari acquisition dan operation hingga renewal, replacement, atau disposal.
D3.7 — Maintenance Planning & Scheduling
Kemampuan merencanakan dan menjadwalkan pekerjaan maintenance berdasarkan priority, asset requirements, resources, operational constraints, dan risiko.
D3.8 — Spare Parts & Inventory Management
Kemampuan mengelola spare parts dan maintenance inventory untuk mendukung reliability dan continuity of operation dengan tingkat persediaan yang efektif.
D3.9 — Maintenance Management System & CMMS Application
Kemampuan menerapkan maintenance management system dan CMMS untuk merencanakan, mengendalikan, mencatat, serta mengevaluasi aktivitas maintenance dan informasi aset.
D3.10 — Asset Performance Optimization
Kemampuan mengevaluasi dan meningkatkan performance Engineering assets dengan mempertimbangkan reliability, availability, efficiency, maintenance, risk, operational requirements, dan lifecycle performance.
D4 — FINANCIAL & RESOURCE MANAGEMENT
Financial dan resource management serta hubungan keputusan teknis dengan resource dan business requirements.
D4.1 — Engineering Budget Management
Kemampuan merencanakan, menyusun, mengendalikan, dan mengevaluasi anggaran Engineering berdasarkan operational requirements, maintenance needs, asset priorities, dan organizational objectives.
D4.2 — Cost Control & Cost Optimization
Kemampuan mengendalikan dan mengoptimalkan biaya Engineering tanpa mengabaikan reliability, safety, quality, compliance, dan operational requirements.
D4.3 — Capital Expenditure Planning
Kemampuan mengidentifikasi, memprioritaskan, dan merencanakan kebutuhan Capital Expenditure untuk replacement, renewal, improvement, atau pengembangan Engineering assets.
D4.4 — Procurement & Purchasing Management
Kemampuan mengelola proses procurement dan purchasing untuk memperoleh barang, equipment, material, atau jasa Engineering yang memenuhi technical requirements dan kebutuhan organisasi.
D4.5 — Contract & Vendor Management
Kemampuan mengelola kontrak dan vendor Engineering untuk memastikan scope, technical requirements, quality, performance, cost, schedule, safety, dan obligations dipenuhi.
D4.6 — Financial Analysis for Engineering
Kemampuan menggunakan financial analysis untuk mengevaluasi alternatif, improvement, project, atau keputusan Engineering.
D4.7 — Resource Planning & Allocation
Kemampuan merencanakan dan mengalokasikan sumber daya Engineering berdasarkan workload, priority, competency requirements, asset needs, operational constraints, dan risiko.
D4.8 — Engineering Workforce Management
Kemampuan mengelola Engineering workforce agar memiliki struktur, kapasitas, kompetensi, koordinasi, dan performance yang sesuai dengan kebutuhan operasi.
D4.9 — Engineering Asset Investment Analysis & Decision Making
Kemampuan mengevaluasi dan menentukan keputusan investasi Engineering assets berdasarkan technical need, lifecycle, performance, risk, financial viability, dan organizational priorities.
D4.10 — Financial Performance Improvement
Kemampuan meningkatkan financial performance dari Engineering operation dan asset management melalui tindakan yang terukur tanpa mengurangi technical integrity, safety, reliability, atau service requirements.
D5 — PROJECT & ASSET ENGINEERING
Engineering involvement dalam project dan asset delivery.
D5.1 — Project Planning & Initiation
Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, menetapkan tujuan, scope, requirements, resources, constraints, stakeholders, dan pendekatan pelaksanaan Engineering project.
D5.2 — Engineering Design Review
Kemampuan mengevaluasi Engineering design untuk memastikan kesesuaiannya dengan technical requirements, operational needs, standards, safety, maintainability, efficiency, dan project objectives.
D5.3 — Project Cost & Schedule Control
Kemampuan merencanakan, memantau, dan mengendalikan cost serta schedule Engineering project terhadap baseline dan project requirements.
D5.4 — Construction & Installation Management
Kemampuan mengelola pelaksanaan construction dan installation pekerjaan Engineering agar sesuai design, specifications, quality requirements, schedule, safety, dan site conditions.
D5.5 — Testing, Commissioning & Handover
Kemampuan merencanakan, mengelola, dan memverifikasi testing, commissioning, serta handover Engineering systems dan assets sebelum memasuki operational service.
D5.6 — Project Risk Management
Kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan memantau risiko yang dapat memengaruhi pencapaian Engineering project.
D5.7 — Quality Management for Engineering Projects
Kemampuan menerapkan quality management untuk memastikan Engineering project memenuhi approved requirements, specifications, standards, dan acceptance criteria.
D5.8 — Project Documentation & Technical Records
Kemampuan mengelola project documentation dan technical records agar informasi Engineering akurat, terkendali, traceable, dan tersedia sepanjang project lifecycle serta pada saat handover.
D5.9 — Engineering Project Leadership
Kemampuan memberikan technical direction, coordination, professional judgement, dan leadership dalam pelaksanaan Engineering project.
D5.10 — Project Performance Evaluation & Lessons Learned
Kemampuan mengevaluasi hasil dan performance Engineering project serta mengidentifikasi lessons learned untuk meningkatkan project delivery berikutnya.
D6 — SUSTAINABILITY & ENERGY ENGINEERING
Sustainability, energy performance, resource efficiency, environmental responsibility, carbon reduction, dan sustainable asset management.
D6.1 — Sustainability Engineering Principles
Kemampuan menerapkan prinsip sustainability dalam Engineering decision dan professional practice dengan mempertimbangkan aspek technical performance, resource efficiency, environmental impact, lifecycle, dan operational requirements.
D6.2 — Energy Management System
Kemampuan menerapkan pendekatan Energy Management System untuk merencanakan, memantau, mengendalikan, dan meningkatkan energy performance secara sistematis.
D6.3 — Energy Efficiency Improvement
Kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, merencanakan, dan menerapkan peluang peningkatan energy efficiency pada Engineering systems dan facility operation.
D6.4 — Renewable Energy Application
Kemampuan mengevaluasi dan menerapkan renewable energy technology yang sesuai dengan technical requirements, site conditions, operational needs, economic considerations, dan sustainability objectives.
D6.5 — Carbon Management & Emission Reduction
Kemampuan mengidentifikasi sumber emisi, mengevaluasi carbon performance, dan mengembangkan tindakan Engineering untuk mengurangi greenhouse gas emissions yang terkait dengan operation, energy use, assets, atau aktivitas Engineering.
D6.6 — Environmental Engineering Management
Kemampuan mengelola aspek dan dampak lingkungan yang terkait dengan Engineering operation, systems, assets, projects, atau maintenance activities.
D6.7 — Water Efficiency & Resource Management
Kemampuan mengelola penggunaan air dan sumber daya terkait secara efisien dengan tetap mempertahankan operational, hygiene, safety, dan service requirements.
D6.8 — Sustainable Asset Management
Kemampuan mengintegrasikan sustainability considerations ke dalam pengelolaan lifecycle Engineering assets.
D6.9 — Green Building & Sustainable Operation
Kemampuan menerapkan prinsip green building dan sustainable operation untuk meningkatkan environmental performance dan resource efficiency fasilitas sepanjang fase operasional.
D6.10 — Sustainability Performance Evaluation
Kemampuan mengukur, mengevaluasi, dan menggunakan sustainability performance untuk menentukan efektivitas program serta peluang peningkatan berikutnya.
D7 — DIGITAL ENGINEERING & SMART FACILITY MANAGEMENT
Penerapan digital technology dalam Engineering dan Facility Management.
D7.1 — Digital Engineering Principles
Kemampuan memahami dan menerapkan prinsip digital Engineering dalam pengelolaan Engineering systems, assets, data, dan facility operation.
D7.2 — Building Automation System Management
Kemampuan mengelola Building Automation System sebagai platform monitoring dan control untuk mendukung operation serta performance Engineering systems.
D7.3 — Smart Facility Monitoring
Kemampuan menggunakan digital monitoring untuk memperoleh visibility terhadap kondisi, performance, dan behavior Engineering systems serta facility operation.
D7.4 — Engineering Data Management
Kemampuan mengelola Engineering data agar akurat, konsisten, traceable, accessible, dan dapat digunakan untuk analysis serta professional decision making.
D7.5 — Computerized Maintenance Management System
Kemampuan mengintegrasikan dan mengoptimalkan CMMS sebagai bagian dari digital Engineering ecosystem untuk meningkatkan maintenance intelligence dan asset management.
D7.6 — IoT Application for Engineering
Kemampuan mengevaluasi dan menerapkan Internet of Things technology untuk monitoring, connectivity, data acquisition, control, atau improvement terhadap Engineering systems dan assets.
D7.7 — Artificial Intelligence for Facility Optimization
Kemampuan mengevaluasi dan memanfaatkan Artificial Intelligence atau intelligent analytics untuk mendukung optimization, prediction, diagnosis, decision support, atau improvement terhadap facility Engineering performance.
D7.8 — Digital Asset Management
Kemampuan menggunakan digital information dan technology untuk meningkatkan visibility, traceability, lifecycle management, dan performance Engineering assets.
D7.9 — Cybersecurity for Smart Facility
Kemampuan memahami dan menerapkan cybersecurity considerations yang relevan terhadap Building Automation, connected Engineering systems, IoT, digital platforms, dan smart facility infrastructure.
D7.10 — Digital Transformation Performance Evaluation
Kemampuan mengevaluasi performance, manfaat, risiko, dan maturity dari penerapan digital Engineering serta menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk menentukan improvement atau digital transformation berikutnya.
D8 — RISK, SAFETY & COMPLIANCE MANAGEMENT
Risk, safety, compliance, regulatory requirements, dan safety performance.
D8.1 — Engineering Risk Management Principles
Kemampuan menerapkan prinsip risk management untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mengendalikan, dan memantau risiko yang terkait dengan Engineering systems, assets, activities, dan operation.
D8.2 — Hazard Identification & Risk Assessment
Kemampuan mengidentifikasi hazard dan melakukan risk assessment secara sistematis terhadap Engineering activities, workplace conditions, systems, equipment, atau perubahan operasional.
D8.3 — Safety Engineering Management
Kemampuan menerapkan prinsip dan controls Engineering untuk mencegah atau mengurangi risiko keselamatan yang berasal dari design, systems, equipment, processes, dan Engineering activities.
D8.4 — Occupational Health & Safety Management
Kemampuan mengelola Occupational Health & Safety requirements yang terkait dengan Engineering workplace dan activities untuk melindungi pekerja serta pihak lain yang terdampak.
D8.5 — Emergency Preparedness & Response
Kemampuan merencanakan, mempersiapkan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi respons terhadap emergency yang melibatkan Engineering systems, assets, utilities, atau facility operation.
D8.6 — Regulatory Compliance Management
Kemampuan mengidentifikasi, menerapkan, memantau, dan mempertahankan compliance terhadap regulatory, statutory, code, standard, permit, dan technical requirements yang relevan terhadap Engineering operation.
D8.7 — Safety Audit & Inspection Management
Kemampuan merencanakan, melaksanakan atau mengelola safety audit dan inspection untuk mengevaluasi kondisi, control effectiveness, dan compliance terhadap safety requirements.
D8.8 — Incident Investigation & Corrective Action
Kemampuan melakukan atau berkontribusi secara profesional dalam investigation terhadap Engineering atau safety incident untuk menentukan penyebab dan menetapkan corrective serta preventive actions yang efektif.
D8.9 — Safety Culture Development
Kemampuan berkontribusi terhadap pengembangan budaya keselamatan melalui leadership behavior, communication, engagement, accountability, learning, dan konsistensi penerapan safety expectations.
D8.10 — Risk & Safety Performance Evaluation
Kemampuan mengukur dan mengevaluasi risk serta safety performance untuk menentukan efektivitas controls dan kebutuhan improvement.
D9 — INNOVATION & CONTINUOUS IMPROVEMENT
Kemampuan menghasilkan dan mengevaluasi improvement.
D9.1 — Innovation Management Principles
Kemampuan menerapkan prinsip innovation management untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengarahkan ide menjadi solusi yang relevan terhadap kebutuhan Engineering atau organisasi.
D9.2 — Continuous Improvement Methodology
Kemampuan menggunakan metodologi continuous improvement secara sistematis untuk meningkatkan Engineering process, operation, asset, service, atau performance.
D9.3 — Engineering Problem Solving
Kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis melalui problem definition, evidence-based analysis, root cause identification, development of solutions, dan verification terhadap efektivitas tindakan.
D9.4 — Process Optimization Management
Kemampuan menganalisis dan mengoptimalkan Engineering atau operational process untuk meningkatkan effectiveness, efficiency, reliability, quality, atau resource utilization.
D9.5 — Operational Excellence Implementation
Kemampuan menerapkan prinsip operational excellence untuk menghasilkan Engineering operation yang konsisten, efisien, reliable, measurable, dan berorientasi pada continuous improvement.
D9.6 — Improvement Project Management
Kemampuan merencanakan, mengelola, dan menyelesaikan improvement project dari identification of opportunity hingga evaluation of results.
D9.7 — Innovation Technology Application
Kemampuan mengevaluasi dan menerapkan teknologi sebagai enabler untuk menghasilkan innovation atau measurable improvement terhadap Engineering performance.
D9.8 — Change Improvement Management
Kemampuan mengelola perubahan yang timbul dari improvement atau innovation agar dapat diterapkan secara efektif dan dipertahankan dalam operation.
D9.9 — Knowledge Sharing & Learning Organization
Kemampuan membagikan pengetahuan, pengalaman, lessons learned, dan good practices untuk mendukung organizational learning serta peningkatan Engineering capability.
D9.10 — Innovation Performance Evaluation
Kemampuan mengukur dan mengevaluasi hasil innovation dan continuous improvement untuk menentukan effectiveness, value, sustainability, serta peluang pengembangan berikutnya.
D10 — PROFESSIONAL DEVELOPMENT & KNOWLEDGE MANAGEMENT
Perkembangan profesional dan pengelolaan pengetahuan.
D10.1 — Professional Ethics & Responsibility
Kemampuan menjalankan professional practice berdasarkan integritas, etika, accountability, professional responsibility, dan kepentingan keselamatan serta pihak yang terdampak oleh keputusan Engineering.
D10.2 — Professional Competency Development
Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi dan melakukan tindakan terarah untuk meningkatkan professional capability sesuai role, responsibility, career development, dan perubahan kebutuhan Engineering.
D10.3 — Continuing Professional Development (CPD)
Kemampuan merencanakan, melaksanakan, mencatat, dan mengevaluasi Continuing Professional Development sebagai proses pengembangan profesional yang berkelanjutan.
D10.4 — Technical Knowledge Management
Kemampuan mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, mempertahankan, dan menyediakan technical knowledge agar dapat digunakan untuk mendukung Engineering operation, decision making, learning, dan continuity.
D10.5 — Mentoring & Coaching
Kemampuan mendukung perkembangan kompetensi orang lain melalui mentoring, coaching, guidance, feedback, dan transfer of professional experience.
D10.6 — Professional Leadership Development
Kemampuan mengembangkan dan menunjukkan leadership capability yang diperlukan untuk memberikan direction, influence, accountability, dan professional contribution dalam Engineering environment.
D10.7 — Engineering Communication Excellence
Kemampuan mengomunikasikan informasi, analisis, keputusan, risiko, dan rekomendasi Engineering secara jelas, akurat, tepat sasaran, dan profesional kepada technical maupun non-technical stakeholders.
D10.8 — Professional Collaboration & Networking
Kemampuan membangun dan memanfaatkan professional collaboration serta networks untuk mendukung Engineering practice, knowledge exchange, problem solving, dan professional development.
D10.9 — Future Competency Readiness
Kemampuan mengidentifikasi perubahan teknologi, standards, professional expectations, business environment, dan emerging challenges serta mempersiapkan kompetensi yang diperlukan untuk kebutuhan Engineering masa depan.
D10.10 — Professional Growth Evaluation
Kemampuan mengevaluasi perkembangan profesional secara menyeluruh untuk menentukan pencapaian, competency gaps, learning effectiveness, dan prioritas pengembangan berikutnya.
PROFESSIONAL COMPETENCY LEVEL
Level 1 — Engineering Technician
Technical experience, execution, dan application of procedures.
Level 2 — Engineering Supervisor
Coordination, supervision, dan problem solving.
Level 3 — Engineering Manager
Decision making, risk management, improvement, dan management responsibility.
Level 4 — Engineering Executive
Strategy, governance, business alignment, dan leadership impact.
Level bukan otomatis jabatan. Yang dinilai adalah scope, complexity, responsibility, judgement, dan impact.
PROFESSIONAL EVIDENCE & COMPETENCY MAPPING
Evidence Types
Technical reports; engineering calculations; assessments; root cause analysis; project documentation; commissioning records; maintenance plans; asset management plans; risk assessments; compliance records; improvement projects; engineering strategy; competency development records; CPD records; professional references.
Evidence Principle
Satu evidence dapat memiliki hubungan dengan lebih dari satu competency unit apabila hubungan tersebut dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Supporting evidence dapat berupa organizational records dan project documentation.
PROFESSIONAL REVIEW
Evidence → Judgement → Credential Decision
Professional Evidence → Evidence Review → Professional Discussion / Clarification → Professional Judgement → Review Outcome → Recommendation → Credential Decision
Recommendation reviewer disusun berdasarkan Professional Judgement yang independen, objektif, dan terdokumentasi. Final Credential Decision tetap berada pada authority yang ditetapkan oleh Governance Documents dan Credential Scheme.
PROFESSIONAL JUDGEMENT & CLARIFICATION
Professional Judgement
Harus independent, objective, evidence-based, documented, consistent, dan professionally defensible. Reviewer tidak boleh menggantikan evidence dengan asumsi.
Clarification Framework
Context → Responsibility → Decision → Action → Outcome → Reflection.
Professional Interview
Bukan ujian hafalan. Interview digunakan untuk memahami bagaimana Candidate berpikir, mengambil keputusan, dan menerapkan pengalaman profesional.
Local Wisdom & Hospitality Review
Komponen review tersendiri dan tidak menggantikan atau mengurangi 100 SKHEI Competency Units.
LOCAL WISDOM & HOSPITALITY REVIEW
01. Pemahaman Konteks Lokal
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
02. Penghormatan terhadap Keberagaman
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
03. Penghormatan terhadap Tempat dan Nilai Budaya
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
04. Hubungan Harmonis dengan Masyarakat
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
05. Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
06. Kepedulian terhadap Lingkungan Lokal
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
07. Penggunaan Sumber Daya secara Bijaksana
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
08. Kearifan Lokal dalam Penyelesaian Masalah
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
09. Kearifan Lokal untuk Hospitality Berkelanjutan
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
10. Tanggung Jawab Profesional terhadap Tempat dan Masyarakat
Item Local Wisdom & Hospitality Review.
COMPETENCY GAP & PROFESSIONAL DEVELOPMENT
Gap Identification
Framework dapat digunakan untuk mengidentifikasi competency strengths, competency gaps, learning needs, professional development priorities, dan future competency needs.
Development Response
Competency gap tidak otomatis berarti Candidate gagal memperoleh Credential. Gap dapat menjadi dasar development planning, CPD, mentoring, learning, experience accumulation, dan improvement planning.
13 OPERATIONAL DEVELOPMENT AREAS
Operational HEA forms untuk Assessment Awal dan Gap Analysis menggunakan 13 operational competency areas.
Taxonomy Boundary: 13 Operational Development Areas ≠ 100 SKHEI Competency Units. 13 areas digunakan dalam operational development / assessment context, sedangkan 100 SKHEI units digunakan sebagai competency structure dalam Professional Review.
HUBUNGAN DENGAN OPERATIONAL PHP
Professional Review Plugin
Operational PHP telah mengimplementasikan Professional Review sebagai sistem terpisah, dengan Review Post Type, Review Meta Box, Review Session, Professional Review, Local Wisdom Review, dan Official PDF.
Competency Dataset
Competency unit data digunakan sebagai basis review structure, questions, evidence guidance, dan competency review. Dataset memiliki kode unit individual sampai D10.10.
HUBUNGAN HANDBOOK #01–#05
Handbook #01
HEA System Framework — system framework, governance context, architecture, dan authority boundary.
Handbook #02
SKHEI & Professional Competency Framework — competency foundation, 10 domains, dan 100 competency units.
Handbook #03
Candidate & Application Handbook — bagaimana Candidate mempersiapkan dan mengikuti proses Credential.
Handbook #04
Professional Review, Evidence & Reviewer Handbook — bagaimana competency dan evidence direview.
Handbook #05
Credential Holder, Registry, CPD & Re-Credentialing Handbook — pemeliharaan competence dan Credential setelah Credential diperoleh.
Handbook #02 = Competency Foundation
Candidate → Evidence → Professional Review → Credential → CPD
7 PRINCIPLES OF FRAMEWORK USE
SOURCE BASIS & DOCUMENT CONTROL
Source Basis
SKHEI / C01 Professional Competency Framework; PR-001 — Professional Review Case File; Professional Review operational PHP; Official Professional Review Record; HEA Governance Documents; HEA Candidate Handbook; HEA supporting user documentation.
Terminology & Version Control
Terminologi SKHEI harus konsisten dalam Handbook, Professional Review, PHP, Professional Review Record, Candidate documentation, dan Credential information. Perubahan terminology atau competency taxonomy harus melalui controlled document revision.
FINAL TAXONOMY CONTROL
100 SKHEI Competency Units adalah struktur competency Professional Review.
13 Operational Development Areas adalah struktur operational assessment/development pada Form 01 dan Form 02.
Local Wisdom & Hospitality Review adalah komponen review tersendiri.
Ketiganya tidak boleh diperlakukan sebagai taxonomy yang sama tanpa controlled revision.
CONTROL STATEMENT
Handbook #02 tidak menggantikan SKHEI.
Tidak menciptakan competency requirement baru.
Tidak mengubah authority Credential Board.
Tidak mengubah Professional Review methodology tanpa controlled revision.
Tidak menyamakan 13 operational development areas dengan 100 SKHEI Competency Units.
Apabila terdapat ketidakharmonisan dengan controlled source, source yang authoritative berlaku.
FINAL GOVERNANCE PRINCIPLE
Competence over Documentation · Evidence over Assertion · Contribution over Position · Responsibility and Complexity · Impact · Professional Judgement · Continuous Development
C.Eng. INFORMATION